Jumat, 24 Oktober 2014

Mengapa Tertidur Diwaktu Khotbah Membatalkan Whudu ?

Mengapa Tertidur Diwaktu Khotbah Membatalkan Whudu ? - Yok Cari Tahu Apa Hukum Tidur Dengan Sengaja Dalam Sholat Jumat - Dalam Islam banyak sekali faktor yang perlu kita pahami, salah satunya kita harus mematuhi tentang sholat jumat, bukan dalam sholatnya yang akan dibahas pada kesempatan hari ini, akan tetapi akan membahas tentang hukum dan peraturan pada saat sholat jumat. Sholat jumat yang kita laksanakan setiap hari jumat ini ternyata banyak yang melakukan tidur saat khotbah berlangsung.

Disini kita mencoba untuk mentelaah mengapa demikian, hal tersebut sering kita lihat dalam barisan sholat jumat pasti ada satu atau dua orang yang melakukan hal tersebut, kita sering lihat kelakuan sebagian jamaah shalat Jumat seperti itu. Ngantuk berat memaksa mereka tidur di tengah khutbah Jumat. Bagaimana pandangan fikih mengenai fenomena ini?

Yang jelas tidak boleh sengaja tidur di tengah-tengah khutbah Jumat. Yang diperintahkan ketika imam menyampaikan khutbah adalah diam. Sebagian ulama melarang untuk duduk sambil memeluk lutut saat Jumatan. Di antara alasannya karena dikhawatirkan akan tertidur, sehingga wudhunya batal lalu tidak sampai mendengar khutbah.
Hadits yang dimaksud adalah dari Sahl bin Mu’adz dari bapaknya, ia berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْحُبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari duduk dengan memeluk lutut pada saat imam sedang berkhutbah.” (HR. Tirmidzi no. 514 dan Abu Daud no. 1110. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Imam Nawawi membawakan perkataan Al Khottobi yang menyatakan,
نهي عنها لانها تجلب النوم فتعرض طهارته للنقض ويمنع من استماع الخطبة
“Duduk dengan menekuk lutut itu dilarang karena dapat menyebabkan tidur saat khutbah, dapat menyebabkan wudhu batal, juga jadi tidak mendengarkan khutbah.” (Al Majmu’, 4: 592).
Adapun jika tidurnya sampai nyenyak, hendaklah wudhunya diulangi. Karena tidur yang nyenyak termasuk membatalkan wudhu.

Itulah sebabnya mengapa dalam shalat jumat tidak diperbolehkan untuk tidur, dan marilah kita memberika informasi ini kepada teman - teman kita yang beraga islam lainnya. Semoga apa yang kita berikan bermanfaat dalam dalam agama islam dan ilmu pengetahaunan.

Kamis, 23 Oktober 2014

Penjelasan Beserta Makna Yang Terkandung Dalam Tauhid Rububiyah

Penjelasan Beserta Makna Yang Terkandung Dalam Tauhid Rububiyah - Belajar Mengenai Tauhid Rububiyah, Maknanya Serta Bagimana Penjelasanya - Giat belajar adalah ilmu dalam dunia dan akhirat, dan ilmi ini tidak akan pernah mati samapai kapanpun, sekarang kita belajar mengenai ilmu tauhid. Sebenarnya Tauhid memiliki beberapa penjelasnnya akan tetapi masih tahap Belajar Mengenai Tauhid Rububiyah, Maknanya Serta Bagimana Penjelasanya.

Belajar mengenai  tauhid dalam agama islam itu sangatlah penting. Dikarenakan menurut ahli Tauhid adalah meyakini keesaan Allah dalam Rububiyah, ikhlas beribadah kepadaNya, serta menetapkan bagiNya Nama-nama dan Sifat-sifatNya. Dengan demikian, tauhid ada tiga macam: Tauhid Rububiyah , Tauhid Uluhiyah serta Tauhid Asma’ wa Sifat. Setiap macam dari ketiga macam tauhid itu memiliki makna yang harus dijelaskan agar menjadi terang perbedaan antara ketiganya.


Yaitu mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam segala perbuatanNya, dengan meyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Artinya : Allah menciptakan segala sesuatu …” [Az-Zumar: 62]
Bahwasanya Dia adalah Pemberi rizki bagi setiap manusia, binatang dan makhluk lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Artinya : Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, …” [Hud : 6]

Dan bahwasanya Dia adalah Penguasa alam dan Pengatur semesta, Dia yang mengangkat dan menurunkan, Dia yang memuliakan dan menghinakan, Mahakuasa atas segala sesuatu. Pengatur rotasi siang dan malam, Yang menghidupkan dan Yang mematikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Artinya : Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).” [Ali Imran: 26-27]

Artikel menarik untuk dibaca;

Selasa, 21 Oktober 2014

Belajar Ilmu Agama dan Pengetahuan Tentang Agama Islam

Belajar Ilmu Agama dan Pengetahuan Tentang Agama IslamHikmah Belajar Agama Dan Ilmu Pengetahuan Di dalam Islam - Di dalam agama islam kita dianjurkan untuk selalu belajar mengolah rasa, akan tetapi ada yang lebih penting dari hal tersebut. Dengan meneladani jejak - jejak para Nabi kita semua akan mendapaktan suatu hikmah yang kebetulan kita belum pernah mengetahui Hikmah Belajar Agama Dan Ilmu Pengetahuan Di dalam Islam.

Perjalanan Nabi Muhammad sejak dari dulu memang memiliki banyak sekali hikmah yang belum kita mengerti dan kita pahami, sekarang marilah kita menjalankan perintahnya dan menjauhi larangan yang telah diberikan kepada kita semua, Hikmah Belajar Agama Dan Ilmu Pengetahuan Di dalam Islam;

Ali Sina mengatakan, “Pelajarilah Alquran, [maka] kamu akan tahu Islam yang sebenarnya!” Benarkah begitu?

Tunggu dulu! Perhatikanlah bahwa mempelajari buku apa pun, tidak hanya Al-Qur’an, akan menghasilkan pengertian yang berlainan di antara orang yang berbeda. Bahkan, pengertian yang diperoleh itu bisa berlawanan.

Untuk contoh sederhana, marilah kita saksikan orang-orang yang telah membaca buku karya Ali Sina, Why I Left Islam (*Mengapa Aku Meninggalkan Islam*). Apakah dari buku tersebut, semua pembacanya memperoleh pelajaran yang sama? Tidak! Pembaca yang pernah merasakan “ketidaknyamanan lantaran Islam” akan cenderung memaklumi mengapa Ali Sina meninggalkan Islam. Namun pembaca yang setiap hari merasakan “kenyamanan di dalam Islam” justru cenderung menganggapnya aneh atau tidak masuk akal. Mereka tidak habis pikir mengapa Ali Sina meninggalkan Islam. Jadi, dari membaca buku Ali Sina itu, pengertian yang ditangkap oleh para pembacanya bisa berlainan dan bahkan bertentangan mengenai mengapa Ali Sina meninggalkan Islam.

  • Begitu pula terhadap Al-Qur’an atau pun kitab-kitab suci agama lainnya. Pelajaran yang diperoleh pembaca dari kitab suci bisa berlainan, bahkan dapat bertentangan, diantara pembaca yang berbeda.
  • Dari mempelajari Al-Qur’an, orang-orang Syiah mengatakan bahwa orang-orang Islam yang sebenarnya adalah yang mencintai keluarga Nabi melebihi cinta kepada orang lain.
  • Dari mempelajari Al-Qur’an, kaum Salafi mengatakan bahwa orang-orang Islam yang sebenarnya adalah yang bersikap dan berperilaku seperti para sahabat Nabi yang telah meneladani Nabi.

Hikmah Belajar Agama Dan Ilmu Pengetahuan Di dalam Islam ternyata memang sangat penting buat kita. Marilah kita belajar dengan syariat islam dan al-quran agar terhindar dari perbuatan yang syirik serta dapat mengolah rasa dengan hati yang ikhlas.

Baca juga mengenani;

Senin, 20 Oktober 2014

Perkembangan dan Munculnya Agama Islam Pada Rabi'ul Awal

Perkembangan dan Munculnya Agama Islam Pada Rabi'ul Awal - Risalah Islam dilanjutkan oleh Nabi Muhammad saw. di Jazirah Arab pada abad ke-7 ketika Nabi Muhammad s.a.w. mendapat wahyu dari Allah swt. Setelah wafatnya nabi Muhammad s.a.w. kerajaan Islam berkembang hingga Samudra Atlantik di barat dan Asia Tengah di Timur. Hingga umat Islam berpecah dan terdapat banyak kerajaan-kerajaan Islam lain yang muncul.

Namun, kemunculan kerajaan-kerajaan Islam seperti kerajaan Umayyah, Abbasiyyah, Turki Seljuk, dan Kekhalifahan Ottoman, Kemaharajaan Mughal, India,dan Kesultanan Melaka telah menjadi kerajaaan yang besar di dunia. Banyak ahli-ahli sains, ahli-ahli filsafat dan sebagainya muncul dari negeri-negeri Islam terutama pada Zaman Emas Islam. Karena banyak kerajaan Islam yang menjadikan dirinya sekolah.

Pada abad ke-18 dan ke-19, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan Eropa. Setelah Perang Dunia I, Kerajaan Turki Utsmani yang merupakan kerajaan Islam terakhir tumbang.

Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang sangat mundur. Kebanyakkan orang Arab merupakan penyembah berhala dan yang lain merupakan pengikut agama Kristen dan Yahudi. Mekah ketika itu merupakan tempat suci bagi bangsa Arab. karena di tempat tersebut terdapat berhala-berhala agama mereka dan juga terdapat Sumur Zamzam dan yang paling penting adalah Ka'bah.

Nabi Muhammad saw dilahirkan di Makkah pada Tahun Gajah yaitu pada tanggal 12 Rabi'ul Awal atau pada tanggal 21 April (570 atau 571 Masehi). Nabi Muhammad merupakan seorang anak yatim sesudah ayahnya Abdullah bin Abdul Muttalib meninggal ketika ia masih dalam kandungan dan ibunya Aminah binti Wahab meninggal dunia ketika ia berusia 7 tahun. Kemudian ia diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Setelah kakeknya meninggal ia diasuh juga oleh pamannya yaitu Abu Talib. Nabi Muhammad kemudiannya menikah dengan Siti Khadijah ketika ia berusia 25 tahun. Ia pernah menjadi penggembala kambing.

Nabi Muhammad pernah diangkat menjadi hakim.pada usia 35 tahun, kota mekkah dilanda banjir, Ia tidak menyukai suasana kota Mekah yang dipenuhi dengan masyarakat yang memiliki masalah sosial yang tinggi. Selain menyembah berhala, masyarakat Mekah pada waktu itu juga mengubur bayi-bayi perempuan. Nabi Muhammad banyak menghabiskan waktunya dengan menyendiri di gua Hira untuk mencari ketenangan dan memikirkan masalah penduduk Mekah. Ketika Nabi Muhammad berusia 40 tahun, ia didatangi oleh Malaikat Jibril. Setelah itu ia mengajarkan ajaran Islam secara diam-diam kepada orang-orang terdekatnya yang dikenal sebagai "as-Sabiqun al-Awwalun (Orang-orang pertama yang memeluk agama Islam)" dan selanjutnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah, setelah turun wahyu al-quran surat al hijr ayat 94.

Pada tahun 622, Nabi Muhammad dan pengikutnya pindah dari Mekah ke Madinah. Peristiwa ini dinamai Hijrah. Semenjak peristiwa itu dimulailah Kalender Islam atau kalender Hijriyah.

Penduduk Mekah dan Madinah ikut berperang bersama Nabi Muhammad saw. dengan hasil yang baik walaupun ada di antaranya kaum Islam yang tewas. Lama kelamaan para muslimin menjadi lebih kuat, dan berhasil menaklukkan Kota Mekah. Setelah Nabi Muhammad s.a.w. wafat, seluruh Jazirah Arab di bawah penguasaan Islam. 

Sumber: (Wikepedia)                                                   Belajar Agama Islam dan Ilmu pengetahuan,